Sabtu, 06 Juni 2020

Gravity Light 2.0, Lampu Bertenaga Gaya Gravitasi yang Kini Menerangi Afrika


Di beberapa negara Afrika, energi listrik adalah barang yang mahal. Tidak semua tempat dapat mendapatkan penerangan sinar dari listrik. Kenya jadi diantaranya. Tetapi, sekarang ini permasalahan itu sedikit terselesaikan dengan satu lampu ramah lingkungan namanya Gravity Light 2.0.

Tidak sama dengan beberapa lampu lain, Gravity Light 2.0 adalah lampu yang dapat menerangi dengan manfaatkan style gravitasi. Lampu ini juga adalah peningkatan dari Gravity Light 1.0 yang ditingkatkan di tahun 2013.



Karena penggalangan dana di Indiegogo, Gravity Light 2.0 juga mendapatkan dana yang besar, capai angka 400 ribu USD. Walau penggalangan dana di Indiegogo itu usai, faksi Gravity Light masih terima bantuan. Khususnya supaya mereka dapat bagikan semakin banyak lampu hebat ini ke sejumlah tempat di Kenya.

Lampu ini juga seutuhnya manfaatkan proses style gravitasi untuk sumber tenaganya. Langkah penggunaannya juga gampang, tinggal menempatkan lampu di ketinggian spesifik, serta setelah itu elemen pemberat akan jatuh serta setelah itu membuat lampu menyala.


Lampu ini memakai gir yang dapat berputar-putar serta manfaatkan torsi karena gerakan pemberat itu. Setelah itu, gerakan itu digunakan untuk menghidupkan lampu LED serta menerangi ruang.

[embedyt] http://www.youtube.com/watch?v=Jsc-pQIMxt8[/embedyt]

Jumlah tenaga yang dibuat oleh proses ini tidak besar, cuma 0,1 Watt. Walau demikian, tenaga itu dapat juga digunakan menjadi sumber tenaga piranti lain, radio contohnya.