Sabtu, 06 Juni 2020

Sempat Bernilai Lebih dari 400 Juta USD, Yik Yak Kini Akhirnya Bangkrut dan Tutup


Perubahan satu startup memang berjalan cepat sekali. Tidak tutup peluang jika startup yang sekarang mempunyai nama besar, mendadak lenyap namanya dalam dua atau 3 tahun akan datang. Contoh masalah paling baru ialah satu startup namanya Yik Yak yang sediakan service messenger anonymous.


Aplikasi Yik Yak pertama-tama dikeluarkan di tahun 2014. Waktu itu, aplikasi ini juga mendapatkan sambutan tinggi di golongan pemakainya di Amerika Serikat. Khususnya di golongan remaja umur kuliah. Aplikasi Yik Yak mereka pakai untuk fasilitas untuk bergosip. Sebab populeritasnya yang bertambah itu, beberapa investor juga sempat memandang startup ini capai 400 juta USD.

Sayangnya, populeritas Yik Yak rupanya tidak tahan lama. Selang 3 tahun sesudah peluncurannya, Yik Yak mengutarakan jika mereka sekarang sudah dengan cara sah tutup servicenya. Tragisnya, mereka juga harus ikhlas jual semua hak intelektualnya dengan bandrol yang minim, yaitu 1 juta USD. Angka itu juga benar-benar kontras dengan valuasi capai 400 juta USD yang sempat disandangnya.

Co-founder Yik Yak Brooks Buffington Tyler Droll menjelaskan jika sekarang ini kini saatnya buat Yik Yak untuk tutup service. Ditambah lagi dalam perjalanannya, Yik Yak tidak dapat berkompetisi dengan aplikasi messenger lain. Ditambah, service messenger anonymous memang belum pernah mempunyai umur yang panjang. Sebutlah saja startup seperti Secret serta Formspring yang perlu tutup di tahun 2015.

Service seperti ini memang tetap ada. Namun, manfaatnya sering disalah pakai. Serta, beberapa sekolah di Amerika juga lakukan larangan pemakaian aplikasi Yik Yak. Khususnya, sebab aplikasi ini sering digunakan untuk fasilitas bullying.