Sabtu, 06 Juni 2020

Singapura Berhasil Mengalahkan Silicon Valley, Miliki Talenta IT Startup Global Nomor 1


Silicon Valley sering disebut untuk pusatnya perubahan startup dunia. Ditambah lagi, di sini jadi rumah dari beberapa perusahaan tehnologi besar dunia. Tetapi siapa kira, ekosistem yang memberikan dukungan itu tidak membuat Silicon Valley untuk daerah dengan bakat IT untuk startup nomor 1 dunia.

Satu laporan dari Startup Genome mengutarakan, bakat IT startup yang dipunyai oleh negara tetangga Singapura sukses menaklukkan Silicon Valley. Keseluruhannya, Singapura berada di ranking 12 pada daftar yang dikeluarkan Startup Genome. Tetapi, untuk kelompok bakat IT, Singapura jadi negara yang pertama.


Startup di Singapura memang mendapatkan beberapa keuntungan. Dari mulai tempatnya yang diketahui untuk pintu gerbang ke arah Asia Tenggara sampai kebijaksanaan pemerintah. Sekarang ini, ada seputar 1.600 sampai 2.400 startup yang mendapatkan pertolongan bantuan dari pemerintah ditempat. Faktanya, founder startup dari Singapura jadi yang sangat muda sedunia, di angka 28 tahun.

Salah satunya hal yang membuat bakat IT pilih Singapura ialah upah. Di negara tetangga itu, upah seorang software engineer ada di rata-rata 35 ribu USD. Angka ini masih di bawah rerata upah software engineer pada tingkat dunia yang ada di angka 49 ribu USD.

Dalam studi ini, Startup Genome memperhitungkan delapan unsur yang digunakan untuk memandang ekosistem satu negara. Salah satunya ialah perform, permodalan, market share, global connectedness, bakat, startup experience, resource attraction, ekosistem demografis, dan demografis founder. Dari keseluruhnya unsur itu, Silicon Valley tetap jadi yang pertama. Namun, Amerika sekarang mulai alami pengurangan daya tarik, khususnya ada dari Asia serta Eropa.